Rabu, 04 Juli 2012

Sebuah Pengharapan

'yang disebut bijaksana adalah yang mengingati pengalaman, sebaik-baik pengalaman adalah yang senantiasa menjadi peringatan bagimu.' [wasiat Imam Ali]

 Sebuah Pengharapan dalam pencapaian kualitas Hidup telah bermain dalam benakku  sejak usia dini. Adalah sebuah cita-cita yang luhur untuk menjadi manusia yang berguna (Insinyur.. hehehehhe) meski saat itu belum tahu Insinyur itu apa dan seperti apa kehidupannya... semua dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua tatkala itu bila menimang anak kata-kata yang keluar  "anak ku sayang... 3x semoga nanti kalau sudah besar jadi insinyur atau jadi dokter". Tanpa kusadari cita-cita itu menjadi motivasi yang luar biasa dalam diriku sehingga begitu giatnya diriku belajar Sejak dibangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga aku bisa masuk ke PTN di Bengkulu. Aku begitu bangga dan juga keluarga. Singkat cerita pencapaianku hampir mewujudkan untuk menjadi insinyur (Ir) tapi sayang disaat aku Wisuda Gelar (tittle) sudah berubah sesuai Jurusan kebetula Aku difakultas Pertanian tidak lagi Insinyur tetapi menjadi Sarja Pertanian (SP). Namun aku sudah cukup puas dengan pencapaianku dari sebuah cita-cita yang tertanam selama ini. Rasa syukur tak terhingga kepada Tuhan YME atas Kesempatan dan karunianya. Amiiin.

Sebuah babak baru dimulai setelah mendapatkan gelar Sarjana.... Akan Kemana?? Kerja Apa?? Kerja dengan Siapa?? Apa yang bisa Dikerjakan?? semua pertanyaan menumpuk dikepala.

Tahun 1998 adalah tahun yang sangat sulit bagi bangsa Ini.. terjadi krisis Moneter dan krisis kepemimpinan. 
Kerusuhan dan Penjarahan terjadi dimana-mana di Negeri ini, penggulingan kekuasaan dan perubahan paradigma politik menjadi sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang berbicara Reformasi dan Reformasi.... kami ingin bebas berbicara dan mengemukakan pendapat. Saya juga bagian dari mereka saat itu yang begitu berharap perubahan benar-benar terjadi dan akan menjadi jauh lebih baik membawa kemakmuran bagi bangsa ini. 

Reformasi terjadi.... dibidang Sosial, Ekonomi dan Politik....  Harapan begitu besar kepada pemimpin bangsa ini pasca reformasi... bagi saya yang baru menyandang gelar sarjana kala itu.. sangat berharap terbukanya lapangan pekerjaan yang memadai, kebutuhan sandang pangan dan papan kembali normal dan masyarakat tentram. Aparatur negara bebas dari KKN.. itu harapan yang sangat mendasar bagi seluruh rakyat Indonesia kala itu. Namun reformasi ternyata belum mampu membangkitkan keterpurukan negeri ini setelah 14 tahun berjalan.

Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) bukan menghilang tapi justru menjelma menjadi sebuah model yang sangat modren dan berani... hehehehehehehe terkesan lumrah...!
Beberapa kali saya mencoba peruntungan untuk menjadi abdi negara melalui test CPNSD dan gagal (hehehehe) tapi itung-itung reuni dengan teman-teman lama lah. Hingga pada akhirnya saya bosan sendiri dan mulai berfikir lebih maju seprti yang diajarkan oleh dosen-dosen saat berpesan semasa yudicium dan Wisuda

" SARJANA BUKANNYA MENCARI KERJA TAPI BERUPAYA MEMBUKA LAPANGAN KERJA" 

Sehingga saya termotivasi untuk mengikuti sebaris kata diatas dan terbayang kalau saja setiap Sarjana mampu membuka dan menyediakan Lapangan pekerjaan bagi yang lain " ALANGKAH MAKMURNYA NEGERI INI " tapi sayang semua ternyata tak semudah dan seindah kata-kata Itu yang ada malah kata-kata " ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI " heeheheehehe. Berbekal status Sarjana hari demi hari ku lalui dengan mencoba beberapa peruntungan Usaha Dagang, Jasa, Pertanian bahkan juga Kontraktor (hahahahaha.....) namun ternyata Tuhan belum memberi Rizki yang cukup (versi manusia) sehingga beberapa usaha itu tidak bertahan lama. Kemudian Saya beralih kembali untuk bekerja bagi perusahaan-perusahaan yang bisa menerima saya meskipun tidak sesuai dengan bidang ilmu saya. dan bahkan menjadi Tenaga Lepas.
 Awal Tahun 2007 Saya mendapat kesempatan untuk bergabung di Program Pemberdayaan Masyarakat yaitu P2KP bersama Consultan Manajemen PT Waseco Tirta saat itu yang menjadi Leading Company dari sebuah konsorsium. Karena gaung dari Reformasi adalah perubahan Paradigma Pembangunan yaitu dititik beratkan pada Pembangunan Manusia, dan program ini merupakan salah satu Wujud cita-cita reformasi dan saya merasa sangat antusias bergabung diprogram ini yang titik berat dari program ini adalah menanggulangi kemiskinan dan target menurunkan angka korupsi sebesar 5%. Saya sangat Apressiatip terhadap realisasi dan dampak program ini bagi masyarakat miskin. Di program ini saya menemukan kepuasan tersendiri karena dapat berbuat dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran secara langsung kepada masyarakat marginal . Dan disini saya sangat menikmati pekerjaan ini yang sekaligus ibadah. Terbukti sudah 6 tahun saya bergabung diprogram ini. Bahkan saya pernah selama 2 tahun menjadi Penyuluh pertanian yang seharusnya memang sesuai dengan pendidikan saya... dan saya tinggalkan.
Secara Financial mungkin tidak dapat dikategorikan cukup dan tidaknya.. namun secara kepuasan bathin saya cukup mendapatkan itu. Dapat bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat, banyak teman dan tidak terikat waktu dan birikrasi yang rumit. Namun tetap bisa berbuat untuk orang-orang yang membutuhkan. 
dari pekerjaan ini saya banyak belajar dari masyarakat dan lebih mensyukuri apa yang saya dapatkan hari ini karena esok tak seorangpun dapat memastikan apa yang akan kita dapatkan.

Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada YangMaha Kuasa ..


Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda korbankan untuk
sebuah rutinitas belaka ?

(Sekelumit Kisah Hidup Ku yang tertatih-tatih)